By Harini
Energi Listrik : PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air)
Salah satu energi alternatif yang diharapkan
dapat menggantikan energi fosil lain adalah energi listrik. Pembangkit listrik
tenaga air (PLTA) merupakan salah satu pembangkit listrik yang menggunakan
energi terbarukan berupa air. Salah satu pembangkit yang murah dan
populer di dunia adalah pembangkit bertenaga air.
Pembangkit
Listrik Tenaga Air (PLTA) adalah salah satu pembangkit yang memanfaatkan aliran
air untuk diubah menjadi energi listrik. Energi listrik yang dibangkitkan ini biasa
disebut sebagai hidroelektrik.
Pembangkit
listrik ini bekerja dengan cara merubah energi air yang mengalir (dari
bendungan atau air terjun) menjadi energi mekanik (dengan bantuan turbin air)
dan dari energi mekanik menjadi energi listrik (dengan bantuan generator).
Kemudian energi listrik tersebut dialirkan melalui jaringan-jaringan yang telah
dibuat, hingga akhirnya energi listrik tersebut dapat dimanfaatkan oleh
masyarakat. PLTA ternyata
bermacam-macam, mulai yang berbentuk mikro-hidro dengan kemampuan memberikan
energi listrik untuk beberapa rumah saja sampai yang berbentuk raksasa seperti
Bendungan Karangkates yang dapat menyediakan listrik untuk berjuta-juta
orang-orang.
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga
Air (PLTA) Di Indonesia
Pembangunan
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) merupakan salah satu pilihan dalam rangka
memenuhi kebutuhan energi nasional yang terus meningkat.Dengan sumber utama air maka energi fosil
berupa minyak bumi ataupun batu bara dapat dikurangi penggunaannya. Kita
harus tahu bahwa air merupakan salah satu kebutuhan pokok makhluk hidup.Air
mempunyai banyak sekali manfaat bagi makhluk hidup khususnya manusia. Selain
untuk minum, mandi, memasak, dan mencuci,
ternyataair juga merupakan sarana pengairan bagi lahan pertanian.
Salah satu
contohnya dengan dibangunnya Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) diwilayah
pegunungan oleh para insinyur.Tak
dapat dipungkiri, bahwa Indonesia merupakan negara maritim.Dimana 2/3 dari
wilayah Indonesia adalah perairan.Hal ini patut disyukuri.Kebutuhan listrik
saat ini bagi masyarakat sangatlah besar sehingga PLN sebagai pusat pemasok
listrik bagi masyarakat dapat merealisasikannya dengan membangun Pembangkit
Listrik Tenaga Air (PLTA) didaerah yang sebagian wilayahnya terdiri dari air
terjun ataupun sungai.Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)
adalah salah satu pembangkit yang memanfaatkan aliran air untuk diubah menjadi
energi listrik. Kondisi geografis Indonesia yang memiliki banyak
sumber air mengandung potensi listrik sangat besar. Diperkirakan, potensi
listrik yang berasal dari tenaga air saja bisa mencapai 75.000 megawatt (MW)
atau 75 gigawatt (GW). Namun, potensi yang saat ini memungkinkan untuk
dikembangkan baru mencapai 22.000 MW. Potensi besar tersebut disampaikan
Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto usai penandatanganan MoU pembangunan PLTA
Muaro Julai di Kantor Kementerian PU.
Dengan dibangunnya PLTA ini, listrik yang
dihasilkan bisa mencapai ratusan kilo watt tidak kalah dengan listrik yang
dihasilkan oleh Pembanglit Listrik berbahan baker energi fosil.Kita
harus tahu ada beberapa listrik yang bisa dihasilkan oleh PLTA.Besarnya listrik
yang dihasilkan oleh PLTA tergantung dua faktor yaitu, semakin tinggi suatu
bendungan, semakin tinggi air jatuh maka semakin besar tanaga yang dihasilkan.
Dan semakin banyak air yang jatuh maka turbin akan menghasilkan tenaga yang
lebih banyak. Jumlah air yang tersedia tergantung kepada jumlah air yang
mengalir di sungai. Di Indonesia terdapat banyak sekali sungai-sungai besar
maupun kecil yang terdapat di berbagai daerah. Hal ini merupakan peluang yang
bagus untuk pengembangan energi listrik di daerah yang lainkhususnya daerah
yang belum terjangkau energi listrik.
Pembangun PLTA ini juga memberikan dampak
positif dan negatif bagi masyarakat yang daerahnya dibangun PLTA, antara lain
mendorong tumbuhnya perekonomian bagi masyarakat sekitar seperti menambah
lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. misalnyamasyarakat yang dahulu
berprofesi sebagai petani dapat bekerja di PLTA, ataupun dapat bekerja sebagai
nelayan diwaduk yang dibuat untuk PLTA.Dampak negatifnya yaitu dengan pembangunan
waduk tersebut tidak memakan lahan yang sedikit, tetapi puluhan ataupun ratusan
hectar dapat dikorbankan untuk pembangunan PLTA ini.
Pendapat Saya : Di Indonesia pemakaian kebutuhan energi memang
sangat tinggi, tetapi persediaan sumber daya alam yang ada mulai menipis. Oleh
karena itu perlu energi alternatif lain yang harus dikembangkan untuk
kelangsungan hidup manusia dimasa depan. Dari pembangunan PLTA merupakan energi
alternatif yang sangat menguntungkan bagi para penduduk sekitar.Karena, PLTA merupakan sumber energi
yang ramah lingkungan, hampir tidak memberikan polusi.Walaupun lahan untuk
pembangunan PLTA sendiri memerlukan lahan yang tidak sedikit, namun ini
sangatlah tidak disayangkan, karena PLTA sendiripun sangat banyak manfaatnya
untuk kebutuhan para penduduk.
Referensi :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar