Jumat, 10 Mei 2013

Peranan dan Dampak Dari Ilmu Alamiah dan Teknologi



By Harini

Energi Listrik : PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) 

Salah satu energi alternatif yang diharapkan dapat menggantikan energi fosil lain adalah energi listrik. Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) merupakan salah satu pembangkit listrik yang menggunakan energi terbarukan berupa air. Salah satu pembangkit yang murah dan populer di dunia adalah pembangkit bertenaga air.
 
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) adalah salah satu pembangkit yang memanfaatkan aliran air untuk diubah menjadi energi listrik. Energi listrik yang dibangkitkan ini biasa disebut sebagai hidroelektrik. 

Pembangkit listrik ini bekerja dengan cara merubah energi air yang mengalir (dari bendungan atau air terjun) menjadi energi mekanik (dengan bantuan turbin air) dan dari energi mekanik menjadi energi listrik (dengan bantuan generator). Kemudian energi listrik tersebut dialirkan melalui jaringan-jaringan yang telah dibuat, hingga akhirnya energi listrik tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. PLTA ternyata bermacam-macam, mulai yang berbentuk mikro-hidro dengan kemampuan memberikan energi listrik untuk beberapa rumah saja sampai yang berbentuk raksasa seperti Bendungan Karangkates yang dapat menyediakan listrik untuk berjuta-juta orang-orang.

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Di Indonesia

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) merupakan salah satu pilihan dalam rangka memenuhi kebutuhan energi nasional yang terus meningkat.Dengan sumber utama air maka energi fosil berupa minyak bumi ataupun batu bara dapat dikurangi penggunaannya. Kita harus tahu bahwa air merupakan salah satu kebutuhan pokok makhluk hidup.Air mempunyai banyak sekali manfaat bagi makhluk hidup khususnya manusia. Selain untuk minum, mandi, memasak, dan mencuci,  ternyataair juga merupakan sarana pengairan bagi lahan pertanian.

Salah satu contohnya dengan dibangunnya Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) diwilayah pegunungan oleh para insinyur.Tak dapat dipungkiri, bahwa Indonesia merupakan negara maritim.Dimana 2/3 dari wilayah Indonesia adalah perairan.Hal ini patut disyukuri.Kebutuhan listrik saat ini bagi masyarakat sangatlah besar sehingga PLN sebagai pusat pemasok listrik bagi masyarakat dapat merealisasikannya dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) didaerah yang sebagian wilayahnya terdiri dari air terjun ataupun sungai.Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) adalah salah satu pembangkit yang memanfaatkan aliran air untuk diubah menjadi energi listrik. Kondisi geografis Indonesia yang memiliki banyak sumber air mengandung potensi listrik sangat besar. Diperkirakan, potensi listrik yang berasal dari tenaga air saja bisa mencapai 75.000 megawatt (MW) atau 75 gigawatt (GW). Namun, potensi yang saat ini memungkinkan untuk dikembangkan baru mencapai 22.000 MW. Potensi besar tersebut disampaikan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto usai penandatanganan MoU pembangunan PLTA Muaro Julai di Kantor Kementerian PU.

Dengan dibangunnya PLTA ini, listrik yang dihasilkan bisa mencapai ratusan kilo watt tidak kalah dengan listrik yang dihasilkan oleh Pembanglit Listrik berbahan baker energi fosil.Kita harus tahu ada beberapa listrik yang bisa dihasilkan oleh PLTA.Besarnya listrik yang dihasilkan oleh PLTA tergantung dua faktor yaitu, semakin tinggi suatu bendungan, semakin tinggi air jatuh maka semakin besar tanaga yang dihasilkan. Dan semakin banyak air yang jatuh maka turbin akan menghasilkan tenaga yang lebih banyak. Jumlah air yang tersedia tergantung kepada jumlah air yang mengalir di sungai. Di Indonesia terdapat banyak sekali sungai-sungai besar maupun kecil yang terdapat di berbagai daerah. Hal ini merupakan peluang yang bagus untuk pengembangan energi listrik di daerah yang lainkhususnya daerah yang belum terjangkau energi listrik.

Pembangun PLTA ini juga memberikan dampak positif dan negatif bagi masyarakat yang daerahnya dibangun PLTA, antara lain mendorong tumbuhnya perekonomian bagi masyarakat sekitar seperti menambah lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. misalnyamasyarakat yang dahulu berprofesi sebagai petani dapat bekerja di PLTA, ataupun dapat bekerja sebagai nelayan diwaduk yang dibuat untuk PLTA.Dampak negatifnya yaitu dengan pembangunan waduk tersebut tidak memakan lahan yang sedikit, tetapi puluhan ataupun ratusan hectar dapat dikorbankan untuk pembangunan PLTA ini.

Pendapat Saya : Di Indonesia pemakaian kebutuhan energi memang sangat tinggi, tetapi persediaan sumber daya alam yang ada mulai menipis. Oleh karena itu perlu energi alternatif lain yang harus dikembangkan untuk kelangsungan hidup manusia dimasa depan. Dari pembangunan PLTA merupakan energi alternatif yang sangat menguntungkan bagi para penduduk sekitar.Karena, PLTA merupakan sumber energi yang ramah lingkungan, hampir tidak memberikan polusi.Walaupun lahan untuk pembangunan PLTA sendiri memerlukan lahan yang tidak sedikit, namun ini sangatlah tidak disayangkan, karena PLTA sendiripun sangat banyak manfaatnya untuk kebutuhan para penduduk.

Referensi        

Tidak ada komentar:

Posting Komentar