Pendahuluan
Pada
saat ini teknologi dan komunikasi khususnya internet semakin canggih. Kehidupan manusia dari
waktu kewaktu memiliki perubahan, seiring dengan pengetahuan yang terus
berkembang. Dengan demikian manusia
semakin mudah untuk mengakses informasi dimanapun, kapanpun selama memiliki
alat untuk melakukan pengaksesan. Internet merupakan salah satu peluang manusia untuk terus
berkembang maju, namun nampaknya peluang tersebut tak sepenuhnya dimanfaatkan
untuk hal positif seperti yang diterangkan diatas. Tak jarang para pelajar
manupun masyarakat pada umumnya melakukan penyimpangan terhadap penggunaan data-data yang didapat.
Rumusan Masalah
1. Bagaimana
fenomena plagiat dan pornografi di internet ?
2. Adakah dampak
positif dan negative dari game online ?
Tujuan
1. Mahasiswa dapat
mengetahui dan memahami adanya fenomena plagiat dalam internet
2. Mahasiswa dapat
mengetahui dan memahami fenomena online games dan hal-hal yang berkaitan
dengannya
Pembahasan
1. Plagiat dalam Internet
Plagiarisme atau sering disebut plagiat
adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari
orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena
mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat
mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku
plagiat disebut sebagai plagiator.
Upaya Untuk Mengurangi Tindak Plagiat
Ditinjau dari
faktor-faktor yang telah diuraikan diatas, penyebabkan plagiat
tetap berlangsung di kalangan mahasiswa, ada beberapa upaya yang harus di
lakukan oleh mahasiswa untuk mengurangi plagiat ialah sebagai berikut:
-
Mempelajari tata
cara penulisan karya ilmiah.
Di dalam kehidupan sebagai mahasiswa kita harus selalu membaca.
Kita pasti mendapatkan buku panduan untuk membuat sebuah karya tulis ilmiah.
Sehingga kita baca dan pahami bagaimana tatacara dalam membuat sebuah karya tulis ilmiah.
-
Tindakan yang
tegas bagi para plagiator.
Hukum harus bertidak tegas terhadap
para plagiator. Jangan pandang bulu.
Sehingga dalam penegakan hukum dapat berjalan
dengan lancar dan membuat jera
para plagiator.
-
Menanamkan
moral anti plagiat dalam diri sendiri.
Penanaman moral anti plagiat sangat penting sekali.
Mereka harus percaya diri dalam mengerjakan tugas. Bukan nilai yang baik dalam
mengerjakn tugas, tetapi ilmu yang bermanfaatlah yang kita cari. Sehingga terdi
sifat menghargai antar karya seseorang.
2. Seks dalam Internet
Media
internet memang sangat membantu manusia dalam kegiatan berkomunikasi dan
informasi. Akan tetapi jika disalahgunakan maka internet akan bertolak belakang
atau merusak. Misalnya mudahnya untuk mengakses situs-situs porno, pengunduh
situs porno di Indonesia, didominasi oleh pemuda, remaja bahkan anak dibawah
umur. Kebanyakan situs porno di unduh melalui warnet (warung internet), karena
mereka takut ketahuan oleh orang tua jika mereka melakukannya di rumah. Salah satu hal yang menyebabkan seks
bebas dikalangan remaja adalah pornografi. Internet begitu mudah di akses,
menjadikan para pelaku begitu bebas menyebarkan konten-konten pornografi. Bila
kita search di google maka begitu mudah mendapatkan semua itu. Bukan dari
Barat, tetapi pelakunya dari Indonesia sendiri. Perkembangan pronografi itu
sendiri tidak terlepas dari smartphone, handphone canggih yang memiliki banyak
filtur, notebook, ataupun tablet yang semakin murah dengan harga yang
terjangkau. Sayangnya kemudahan dan kecanggihan itu banyak disalahgunakan
hanya untuk phonesex atau ber webcam sex. Maraknya kasus-kasus kejahatan
seksual yang dilakukan oleh anak-anak dan remaja seperti seks bebas, hamil
diluar nikah, aborsi, pelecehan, dan penyakit kelamin sudah tidak asing lagi
bagi telinga kita. Berbagai dampak buruk dari pornografi telah merusak moral
generasi penerus bangsa terutama pelajar.
3. Online Game
Online game kata
ini sering terdengar dan populer di kalangan anak-anak, remaja dan dewasa. Bagi
para gamers (pecandu games), game online dianggap seperti kawan bahkan bisa
dibilang seperti “makanan sehari-hari”. Ini menunjukan gamers menganggap bahwa
game telah menjadi sebuah kebutuhan primer baginya. Mungkin anda bertanya,
mengapa saya mengangkat tema game online. Berawal dari sebuah pengamatan saya
terhadap beberapa teman saya yang begitu sering dan asiknya bermain game online
hingga ia lupa waktu untuk beribadah, beristirahat, belajar, dan bekerja
sehingga menimbulkan berbagai perilaku menyimpang. Dengan mengamati dan
mengumpulkan refrensi, saya sudah dapat mengambil banyak kesimpulan. Disini
saya akan mengurai pembahasan ini menjadi 2 bagian yaitu, penyebab/faktor
mereka bermain game online dan akibat/dampak bermain game online.
FAKTOR DAN PENYEBAB
- Stress/kabur dari suatu permasalahan : Mayoritas seseorang kecanduan bermain game online yaitu ingin mencari sebuah kesenangan dan menghilangkan rasa stress pada dirinya.
- Kurang perhatian : Faktor ini juga bisa dikatakan mempengaruhi seseorang menjadi kecanduan bermain game online, karena tidak ada yang bisa memberikan sosialisasi dan perhatian kepada dirinya sehingga ia lebih baik bermain game online
- Diajak oleh teman : Faktor ini biasanya dilakukan oleh teman dekat yang melakukan bujukan kepada seseorang untuk bermain game secara berlarut-larut
- Fitur game online yang menarik : Game online dirancang sedemikian rupa dengan berbagai fitur yang menarik sehingga mengakibatkan seseorang dapat memainkan game secara berlarut-larut.
AKIBAT ATAU DAMPAK
- Menimbulkan perilaku negatif : Dampak dari game online yang fatal adalah menimbulkan perilaku negatif seperti berbicara kasar dan kotor, melakukan kekerasan (karena dalam game online tersebut terdapat adegan kekerasan yang merangsang otak pemain), dan berbohong.
- Pola makan dan istirahat yang buruk : Bagi para gamers, waktu merupakan hal yang mungkin dianggap remehi. Mereka terkadang bermain game dengan asiknya tanpa memperhatikan “jam berapa sekarang?” malah lebih parahnya ada yang sampai seharian bermain game. Padahal waktu adalah uang, disitulah kita harus bisa mengatur waktu. Karena waktu tidak akan bisa diulangi kembali.
Kesimpulan
Dapat
diketahui bahwa perkembangan internet yang semakin maju tidak dimanfaatkan
seluruhnya untuk hal positif, tetapi juga untuk hal negatif seperti tindakan
plagiat, seks dalam internet dan game online. Tindakan tersebut apabila
disalahgunakan akan berdampak buruk. Dan diperlukan pengawasan yang lebih dari
orang tua agar anak-anak tidak salah dalam menggunakan internet.
Referensi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar