Pendahuluan
Pada saat ini internet sangat
bermanfaat bagi setiap orang, dan dengan didorong oleh teknologi yang semakin
canggih seseorang dapat melakukan sebuah penelitian dengan mudah Penelitian
lewat internet ini juga memiliki etika tersendiri. Seorang peneliti dalam hal ini perlu memperhitungkan apakah penelitiannya layak atau tak layak untuk dilakukan.
1.
Apa yang dimaksud dengan publikasi
online ?
2.
Apa saja etika dalam penelitian
internet ?
3.
Apa saja hasil penelitian dan teknik
penelitian online ?
1.Mahasiswa dapat mengetahui dan
memahami hal-hal yang menjadi perhatian dalam membuat publikasi di
internet.
2.Mahasiswa dapat mengetahui dan
memahami etika penelitian psikologi dengan bantuan internet.
3.Mahasiswa dapat mengetahui dan
memahami berbagai hasil penelitian tentang psikologi dan kaitannya dengan
internet.
Pembahasan
1. Publikasi Online
Publikasi Online adalah suatu
informasi atau pesan atau pengumuman dalam bentuk online atau diterbitkan atau
di umumkan dalam dunia internet melalu media elektronik baik melalui komputer,
laptop atau apa saja yang dapat terhubung dalam dunia online, banyak sekali
manfaat dari publikasi online ini apalagi di jaman sekarang yang rata-rata
masyarakat diseluruh dunia dapat terhubung atau menggunakan internet untuk alat
mencari atau bertukar informasi, banyak yang dapat dilakukan dalam publikasi
online misalnya berjualan atau memasarkan produk-produk baru atau produk bekas
sekalipun banyak juga perusahaan atau hanya sekedar home production yang
dipasarkan melalui publikasi online, semua itu sangat bermanfaat dan lebih
mengirit biaya karena biayanya relatif murah dan lumayan bagus karena tidak
hanya masyarakat dalam negeri saja bahkan dunia pun bisa tahu saat kita mulai
menggunakan publikasi onlien ini. Maka dari itu publikasi online sangat berguna
untuk kita di jaman modern dan serba cepat ini.
2. Etika dalam Penelitian Internet
Peraturan yang harus dilakukan dalam
etika penelitian dalam Internet yaitu:
a.Menghormati martabat subjek
penelitian
Penelitian yang dilakukan harus
manjunjung tinggi martabat seseorang (subjek penelitian). Dalam melakukan
penelitian, hak asasi subjek harus dihargai.
b.
Asas kemanfaatan.
Penelitian yang dilakukan harus
mepertimbangkan manfaat dan resiko yang mungkin terjadi. Penelitian boleh
dilakukan apabila manfaat yang diperoleh lebih besar daripada resiko/dampak
negatif yang akan terjadi. Selain itu, penelitian yang dilakukan tidak boleh
membahayakan dan harus menjaga kesejahteraan manusia.
c.Berkeadilan.
Dalam melakukan penelitian, setiap
orang diberlakukan sama berdasar moral, martabat, dan hak asasi manusia. Hak
dan kewajiban peneliti maupun subjek juga harus seimbang.
d.Informed consent.
Informed consent merupakan
pernyataan kesediaan dari subjek penelitian untuk diambil datanya dan ikut
serta dalam penelitian. Aspek utama informed consent yaitu informasi,
komprehensif, dan volunterness. Dalam informed consent harus ada penjelasan
tentang penelitian yang akan dilakukan. Baik mengenai tujuan penelitian,
tatacara penelitian, manfaat yang akan diperoleh, resiko yang mungkin terjadi,
dan adanya pilihan bahwa subjek penelitian dapat menarik diri kapan saja. Dalam
Penelitian yang dilakukan harus menghargai kebebasan individual untuk bertindak
sebagai responden atau subjek penelitian dalam melakukan survey di internet.
Responden harus dijamin dan dilindungi karena pengambilan data dalam penelitian
akan menyinggung ke arah hak asasi manusia. Meskipun suatu penelitian sangat
bermanfaat namun apabila melanggar etika penelitian maka penelitian tersebut
tidak boleh dilaksanakan.
3. Berbagai Hasil Penelitian dan Teknik
Penelitian Online
a. Komputer dan Internet Mengubah
Ingatan Manusia
Komputer dan internet mengubah sifat
ingatan manusia, demikian kesimpulan penelitian yang dimuat di majalah Science.
Penelitian psikologi menunjukkan bahwa jika seseorang diajukan
pertanyaan-pertanyaan sulit, mereka akan memikirkan komputer.
Ketika mereka mengetahui bahwa
berbagai fakta nantinya akan didapat lewat komputer maka ingatan mereka menjadi
tidak begitu baik karena mereka mengetahui dapat mengandalkan sumber lain.
b. Efek Psikologis
Facebook bagi Kesehatan Mental
Beberapa waktu lalu muncul laporan
mengenai tanda-tanda orang kecanduan Facebook atau situs jejaring sosial
lainnya, misalnya Anda mengubah status lebih dari dua kali sehari dan rajin
mengomentari perubahan status teman. Anda juga rajin membaca profil teman lebih
dari dua kali sehari meski ia tidak mengirimkan pesan atau men-tag Anda di
fotonya.
Laporan terbaru dari The Daily Mail
menyebutkan, kecanduan situs jejaring sosial seperti Facebook atau MySpace juga
bisa membahayakan kesehatan karena memicu orang untuk mengisolasikan diri.
Meningkatnya pengisolasian diri dapat mengubah cara kerja gen, membingungkan
respons kekebalan, level hormon, fungsi urat nadi, dan merusak performa mental.
Hal ini memang bertolak belakang dengan tujuan dibentuknya situs-situs jejaring
sosial, di mana pengguna diiming-imingi untuk dapat menemukan teman-teman lama
atau berkomentar mengenai apa yang sedang terjadi pada rekan Anda saat ini.
Kesimpulan
Dapat diketahu bahwa dalam melakukan
publikasi online membantu seseorang untuk berjualan atau memasarkan sebuah produk.
Dan ada beberapa etika yang harus diperhatikan dalam penelitian internet salah
satunya yaitu menghormati martabat subjek penelitian.
Referensi
http://id.shvoong.com/social-sciences/counseling/2205694-pengertian-publikasi/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar