Jumat, 03 Januari 2014

Tulisan - FENOMENA-FENOMENA BERKAITAN DENGAN PSIKOLOGI DAN INTERNET



1.      Plagiat dalam Internet 
Plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku plagiat disebut sebagai plagiator.

Upaya Untuk Mengurangi Tindak Plagiat
Ditinjau dari faktor-faktor  yang  telah diuraikan diatas, penyebabkan plagiat tetap berlangsung di kalangan mahasiswa, ada beberapa upaya yang harus di lakukan oleh mahasiswa untuk mengurangi plagiat ialah sebagai berikut: 
-       Mempelajari tata cara penulisan karya ilmiah.
Di dalam kehidupan  sebagai mahasiswa kita harus selalu membaca. Kita pasti mendapatkan buku panduan untuk membuat sebuah karya tulis ilmiah. Sehingga kita baca dan pahami bagaimana tatacara dalam  membuat sebuah karya tulis ilmiah.
-       Tindakan yang tegas bagi para plagiator.
Hukum harus bertidak tegas terhadap para plagiator. Jangan  pandang bulu. Sehingga dalam penegakan hukum dapat berjalan  dengan  lancar dan membuat jera para plagiator.
-       Menanamkan moral  anti plagiat dalam diri sendiri.
Penanaman  moral anti plagiat sangat penting sekali. Mereka harus percaya diri dalam mengerjakan tugas. Bukan nilai yang baik dalam mengerjakn tugas, tetapi ilmu yang bermanfaatlah yang kita cari. Sehingga terdi sifat menghargai antar karya seseorang.

2.      Seks dalam Internet 
Media internet memang sangat membantu manusia dalam kegiatan berkomunikasi dan informasi. Akan tetapi jika disalahgunakan maka internet akan bertolak belakang atau merusak. Misalnya mudahnya untuk mengakses situs-situs porno, pengunduh situs porno di Indonesia, didominasi oleh pemuda, remaja bahkan anak dibawah umur. Kebanyakan situs porno di unduh melalui warnet (warung internet), karena mereka takut ketahuan oleh orang tua jika mereka melakukannya di rumah. Salah satu hal yang menyebabkan seks bebas dikalangan remaja adalah pornografi. Internet begitu mudah di akses, menjadikan para pelaku begitu bebas menyebarkan konten-konten pornografi. Bila kita search di google maka begitu mudah mendapatkan semua itu. Bukan dari Barat, tetapi pelakunya dari Indonesia sendiri. Perkembangan pronografi itu sendiri tidak terlepas dari smartphone, handphone canggih yang memiliki banyak filtur, notebook, ataupun tablet yang semakin murah dengan harga yang terjangkau. Sayangnya kemudahan dan kecanggihan itu banyak disalahgunakan hanya  untuk phonesex atau ber webcam sex. Maraknya kasus-kasus kejahatan seksual yang dilakukan oleh anak-anak dan remaja seperti seks bebas, hamil diluar nikah, aborsi, pelecehan, dan penyakit kelamin sudah tidak asing lagi bagi telinga kita. Berbagai dampak buruk dari pornografi telah merusak moral generasi penerus bangsa terutama pelajar.

3.      Online Game 
Online game kata ini sering terdengar dan populer di kalangan anak-anak, remaja dan dewasa. Bagi para gamers (pecandu games), game online dianggap seperti kawan bahkan bisa dibilang seperti “makanan sehari-hari”. Ini menunjukan gamers menganggap bahwa game telah menjadi sebuah kebutuhan primer baginya. Mungkin anda bertanya, mengapa saya mengangkat tema game online. Berawal dari sebuah pengamatan saya terhadap beberapa teman saya yang begitu sering dan asiknya bermain game online hingga ia lupa waktu untuk beribadah, beristirahat, belajar, dan bekerja sehingga menimbulkan berbagai perilaku menyimpang. Dengan mengamati dan mengumpulkan refrensi, saya sudah dapat mengambil banyak kesimpulan. Disini saya akan mengurai pembahasan ini menjadi 2 bagian yaitu, penyebab/faktor mereka bermain game online dan akibat/dampak bermain game online.

FAKTOR DAN PENYEBAB

·                     Stress/kabur dari suatu permasalahan : Mayoritas seseorang kecanduan bermain game online yaitu ingin mencari sebuah kesenangan dan menghilangkan rasa stress pada dirinya.
·                     Kurang perhatian : Faktor ini juga bisa dikatakan mempengaruhi seseorang menjadi kecanduan bermain game online, karena tidak ada yang bisa memberikan sosialisasi dan perhatian kepada dirinya sehingga ia lebih baik bermain game online
·                     Diajak oleh teman : Faktor ini biasanya dilakukan oleh teman dekat yang melakukan bujukan kepada seseorang untuk bermain game secara berlarut-larut
·                     Fitur game online yang menarik : Game online dirancang sedemikian rupa dengan berbagai fitur yang menarik sehingga mengakibatkan seseorang dapat memainkan game secara berlarut-larut.

AKIBAT ATAU DAMPAK
·                     Menimbulkan perilaku negatif : Dampak dari game online yang fatal adalah menimbulkan perilaku negatif seperti berbicara kasar dan kotor, melakukan kekerasan (karena dalam game online tersebut terdapat adegan kekerasan yang merangsang otak pemain), dan berbohong.
·                     Pola makan dan istirahat yang buruk : Bagi para gamers, waktu merupakan hal yang mungkin dianggap remehi. Mereka terkadang bermain game dengan asiknya tanpa memperhatikan “jam berapa sekarang?” malah lebih parahnya ada yang sampai seharian bermain game. Padahal waktu adalah uang, disitulah kita harus bisa mengatur waktu. Karena waktu tidak akan bisa diulangi kembali.

Referensi


http://blog.dutainsan.org/teknologi/aplikasi/2013/08/game-online-kawan-atau-lawan/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar