1. Plagiat dalam Internet
Plagiarisme atau
sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan,
pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan
pendapat sendiri. Plagiat
dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di
dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti
dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku plagiat disebut sebagai plagiator.
Upaya
Untuk Mengurangi Tindak Plagiat
Ditinjau
dari faktor-faktor yang telah diuraikan diatas, penyebabkan
plagiat tetap berlangsung di kalangan mahasiswa, ada beberapa upaya yang harus
di lakukan oleh mahasiswa untuk mengurangi plagiat ialah sebagai berikut:
- Mempelajari tata cara penulisan karya
ilmiah.
Di
dalam kehidupan sebagai
mahasiswa kita harus selalu membaca. Kita pasti mendapatkan buku panduan untuk
membuat sebuah karya tulis ilmiah. Sehingga kita baca dan pahami bagaimana
tatacara dalam membuat
sebuah karya tulis ilmiah.
- Tindakan yang tegas bagi para
plagiator.
Hukum
harus bertidak tegas terhadap para plagiator. Jangan pandang bulu. Sehingga dalam penegakan
hukum dapat berjalan dengan lancar dan membuat jera para
plagiator.
- Menanamkan moral anti plagiat dalam diri sendiri.
Penanaman moral anti plagiat sangat penting
sekali. Mereka harus percaya diri dalam mengerjakan tugas. Bukan nilai yang
baik dalam mengerjakn tugas, tetapi ilmu yang bermanfaatlah yang kita cari.
Sehingga terdi sifat menghargai antar karya seseorang.
2. Seks dalam Internet
Media
internet memang sangat membantu manusia dalam kegiatan berkomunikasi dan
informasi. Akan tetapi jika disalahgunakan maka internet akan bertolak belakang
atau merusak. Misalnya mudahnya untuk mengakses situs-situs porno, pengunduh
situs porno di Indonesia, didominasi oleh pemuda, remaja bahkan anak dibawah
umur. Kebanyakan situs porno di unduh melalui warnet (warung internet), karena
mereka takut ketahuan oleh orang tua jika mereka melakukannya di rumah. Salah satu hal yang menyebabkan seks
bebas dikalangan remaja adalah pornografi. Internet begitu mudah di akses,
menjadikan para pelaku begitu bebas menyebarkan konten-konten pornografi. Bila
kita search di google maka begitu mudah mendapatkan semua itu. Bukan dari
Barat, tetapi pelakunya dari Indonesia sendiri. Perkembangan pronografi itu
sendiri tidak terlepas dari smartphone, handphone canggih yang memiliki banyak
filtur, notebook, ataupun tablet yang semakin murah dengan harga yang
terjangkau. Sayangnya kemudahan dan kecanggihan itu banyak disalahgunakan
hanya untuk phonesex atau
ber webcam sex. Maraknya kasus-kasus kejahatan seksual yang dilakukan oleh
anak-anak dan remaja seperti seks bebas, hamil diluar nikah, aborsi, pelecehan,
dan penyakit kelamin sudah tidak asing lagi bagi telinga kita. Berbagai dampak
buruk dari pornografi telah merusak moral generasi penerus bangsa terutama
pelajar.
3. Online Game
Online game kata ini sering terdengar dan populer di kalangan
anak-anak, remaja dan dewasa. Bagi para gamers (pecandu games), game online
dianggap seperti kawan bahkan bisa dibilang seperti “makanan sehari-hari”. Ini
menunjukan gamers menganggap bahwa game telah menjadi sebuah kebutuhan primer
baginya. Mungkin anda bertanya, mengapa saya mengangkat tema game online.
Berawal dari sebuah pengamatan saya terhadap beberapa teman saya yang begitu
sering dan asiknya bermain game online hingga ia lupa waktu untuk beribadah,
beristirahat, belajar, dan bekerja sehingga menimbulkan berbagai perilaku
menyimpang. Dengan mengamati dan mengumpulkan refrensi, saya sudah dapat
mengambil banyak kesimpulan. Disini saya akan mengurai pembahasan ini menjadi 2
bagian yaitu, penyebab/faktor mereka bermain game online dan akibat/dampak
bermain game online.
FAKTOR DAN PENYEBAB
·
Stress/kabur dari suatu permasalahan
: Mayoritas seseorang kecanduan bermain game online yaitu ingin mencari sebuah
kesenangan dan menghilangkan rasa stress pada dirinya.
·
Kurang perhatian : Faktor ini juga
bisa dikatakan mempengaruhi seseorang menjadi kecanduan bermain game online,
karena tidak ada yang bisa memberikan sosialisasi dan perhatian kepada dirinya
sehingga ia lebih baik bermain game online
·
Diajak oleh teman : Faktor ini
biasanya dilakukan oleh teman dekat yang melakukan bujukan kepada seseorang
untuk bermain game secara berlarut-larut
·
Fitur game online yang menarik : Game
online dirancang sedemikian rupa dengan berbagai fitur yang menarik sehingga
mengakibatkan seseorang dapat memainkan game secara berlarut-larut.
AKIBAT
ATAU DAMPAK
·
Menimbulkan perilaku negatif : Dampak
dari game online yang fatal adalah menimbulkan perilaku negatif seperti
berbicara kasar dan kotor, melakukan kekerasan (karena dalam game online
tersebut terdapat adegan kekerasan yang merangsang otak pemain), dan berbohong.
·
Pola makan dan istirahat yang buruk :
Bagi para gamers, waktu merupakan hal yang mungkin dianggap remehi. Mereka
terkadang bermain game dengan asiknya tanpa memperhatikan “jam berapa
sekarang?” malah lebih parahnya ada yang sampai seharian bermain game. Padahal
waktu adalah uang, disitulah kita harus bisa mengatur waktu. Karena waktu tidak
akan bisa diulangi kembali.
Referensi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar