I. Pendahuluan
Teknologi selalu berkembang pesat
disemua kalangan manusia. Tujuan munculnya berbagai kecanggihan teknologi
adalah untuk berkomunikasi. Komunikasi yang berkembang saat ini adalah dengan
internet. Internet mencakup ruang lingkup intrapersonal dn interpersonal.
Disini saya akan menjelaskan serta menghubungkan dengan fenomena yang ada
didunia tentang internet.
II. Rumusan Masalah
1.
Apa aspek Psikologis dari individu dalam pengguna internet
2.
Apa aspek Demografis dari individu dalam pengguna internet
III. Tujuan
1.
Mahasiswa
dapat memahami dan menjelaskan tentang fenomena identitas melalui internet dan
karakteristik pengguna internet.
2. Mahasiswa
dapat menjelaskan pengaruh gender, usia, budaya dan SES dalam interaksi manusia
dan internet.
IV. Pembahasan
A.
Aspek Psikologis dari individu pengguna internet
Banyak sekali terjadinya
fenemona identitas diri melalui internet secara identitas nyata maupun
identitas virtual yang memungkinkan individu mengubah sama sekali identitas
nyatanya ke sebuah identitas lain yang sifatnya virtual dan karakteristik
seseorang indvidu. Saat ini banyak sekali jejaring sosial yang bermuculan,
seperti Facebook, Twitter, Path, Instagram dan lain-lain. Banyak orang
yang mengunakan identitas palsu atau bisa disebut anonim untuk
mendaftrakan diri / menjadi penguna aktif dari salah satu jaringan sosial.
Antaralain faktor-faktor yang membuat seseorang mengunakan identitas palsu
adalah untuk menutup jejak didunia maya, dan menjaga repotasi harga diri.
Dimana seseorang ingin meluapkan emosinya didunia maya, tanpa diketahui oleh
orang lain siapa dia sebenarnya. Karakteristik
seseorang akan telihat berbeda, ketika dia berada didunia nyata dengan saat dia
berada di jejaring sosial. Saat didunia nyata mungkin dilihat karakternya
sangat pendiam dan tidak mudah bergaul atau tidak asik untuk diajak berbicara,
namun lain halnya saat didunia maya. Karakter dia menjadi anak yang mudah bergaul
dan asik untuk diajak bebicara.
B. Aspek Demografis dari individu pengguna internet
Pemasaran online berdasarkan aspek demografis
harus mempertimbangkan usia pelanggan, jenis kelamin, tingkat pendidikan,
pekerjaan, siklus hidup pelanggan, penghasilan, ras, agama, dan suku bangsa
pelanggan. Di Indonesia, usia muda adalah usia yang paling banyak menggunakan
internet. Remaja dan eksekutif muda adalah golongan yang paling banyak
menghabiskan waktu berselancar di dunia maya dan bersosialisasi di social
media seperti Facebook dan Twitter. Pemasar yang ingin memasarkan produk
untuk kawula muda dapat memanfaatkan social media ini sebagai sarana
promosi yang ampuh.
V. Kesimpulan
Komunikasi interpersonal dapat menjadi pemicu bentuk komunikasi yang lainnya. Pengetahuan mengenai diri pribadi melalui proses-proses psikologis seperti persepsi dan kesadaran (awareness) terjadi saat berlangsungnya komunikasi intrapersonal oleh komunikator. Untuk memahami apa yang terjadi ketika orang saling berkomunikasi, maka seseorang perlu untuk mengenal diri mereka sendiri dan orang lain.
V. Kesimpulan
Komunikasi interpersonal dapat menjadi pemicu bentuk komunikasi yang lainnya. Pengetahuan mengenai diri pribadi melalui proses-proses psikologis seperti persepsi dan kesadaran (awareness) terjadi saat berlangsungnya komunikasi intrapersonal oleh komunikator. Untuk memahami apa yang terjadi ketika orang saling berkomunikasi, maka seseorang perlu untuk mengenal diri mereka sendiri dan orang lain.
VI. Referensi
http://komunikasi.us/index.php/mata-kuliah/dmnm/2004-e-customers-analisis-perbedaan-antara-demografi-psikografi-synchografi-dan-technog
Tidak ada komentar:
Posting Komentar